Perkemahan Santri Diniyah Awwaliyah (Persada) tahun 2013

Di Lapangan depan ( sebelah Timur ) GOR Wisanggeni Tegal tahun 2013

Dewan guru MDTA Tanmiyatulhuda

Jl. Mawar Gg.II No. 12 RT 05/V Kejambon Tegal Timur Kota Tegal

Santri MDTA Tanmiyatulhuda

Paduan suara pada saat acara malam Imtihan/ Akhirussanah tahun 2013

Santri MDTA Tanmiyatulhuda

Paduan suara pada saat acara malam Imtihan/Akhirussanah tahun 2009

Tamu Undangan

Malam Imtihan/ Akhirussanah tahun 2013

Kepala MDTA Tanmiyatulhuda

Sambutan Kepala MDTA Tanmiyatulhuda pada acara malam Imtihan tahun 2013

PERSADA Kota Tegal Tahun 2013

Santri MDTA Tanmiyatulhuda mengikuti kegiatan Wide Game

Thursday, January 3, 2013

HADITS TENTANG AKHLAQ BAIK DAN BURUK

Dari Ibnu Mas'ud rodliallahu 'anhu berkata : Rosullulloh SAW bersabda :
" Sesungguhnya jujur itu menunnjukkan kepada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan itu menunjukkan ke surga, dan sesungguhnya seseorang pasti berkata benar, sehingga ia dicatat disisi Allah sebagai seorang yang selalu benar. Sungguh bohong itu menunjukkan kepada lacur, dan sungguh lacur itu menunjukkan ke neraka, dan sungguh seseorang benar-benar berkata bohong, sehingga ia dicatat disisi Allah sebagai pembohong " ( HR. Bukhori dan Muslim )  

Hadits diatas memberi petunjuk kepada kita bahwa berlaku jujur dalam ucapan dan perbuatan itu termasuk budi pekerti dan akhlaq yang baik, yang wajib selalu kita amalkan. Sebaliknya bohong itu termasuk budi pekerti yang buruk yang wajib kita jauhi dan kita tinggalkan.

Kejujuran seseorang dapat kita lihat dari perkataan dan perbuatannya yang selalu sesuai dengan perbuatannya. Orang yang selalu jujur akan diakui orang lain sebagai orang jujur dan disisi Allah akan ditulis sebagai orang yang jujur dan karena kejujuran itu akan diridloi oleh Allah SWT serta akan masuk surga.

Orang yang selalu bohong akan dikenal orang sebagai pembohong atau pendusta dan disisi Allah ditulis sebagai pendusta dan karena kedustaannya dia dimurkai Allah SWT serta akan dimasukkan ke dalam neraka.

Untuk itu mari kita berusaha untuk menjadi orang yang jujur dalam segala perkataan dan perbuatan, yaitu jujur dalam tutur kata, dalam perbuatan sehari-hari dan dalam perilaku di tengah-tengah orang banyak. Berkata bohong, berdusta, curang merupakan sifat buruk dan tercelah, maka meri kita senantiasa untuk selalu menjauhinya.  

THOHAROH


Thaharah secara bahasa artinya bersuci atau menghilangkan kotoran. Adapun secara syar'i yang dimaksud ialah menghilangkan najis atau kotoran dengan air dan debu (tanah) yang suci lagi menyucikan dengan tata cara yang telah ditentukan oleh syari'at.

Bab thaharah selalu didahulukan dalam pembahasan-pembahasan fiqih karena thaharah (bersuci) merupakan salah satu syarat syahnya shalat, padahal kita tahu shalat adalah rukun dari rukun Islam setelah dua kalimat syahadat. Jadi, syarat (sahnya shalat) tentu harus didahulukan (pembahasannya) daripada yang disyaratkan (yaitu shalat).

Hadits yang diriwayatkan oleh Ali bin Abu Thalib Shallallahu 'alaihi wa sallam dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa beliau telah bersabda :

"Artinya : Kunci shalat adalah bersuci. Shalat diawali dengan membaca takbir dan diakhiri dengan membaca salam" [Hadits ini diriwayatkan oleh 'Lima Periwayat' kecuali Nasa'i]

Dari pernyataan di atas yang menyatakan menghilangkan najis dengan air suci, maka timbul suatu pertanyaan :" Apa yang dimaksud dengan air suci ? " 
Air suci adalah air yang suci dzatnya dan bisa digunakan untuk menyucikan. Adapun dalilnya adalah firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam surat Al-Anfal ayat 11.
"Artinya : ... dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk menyucikan kamu ..."

Begitu pula firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam surat Al-Furqan ayat 48.

"Artinya : ... dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih (suci)"

Abu Hurairah Subhanahu Wa Ta'ala mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Air laut itu suci lagi halal bangkainya" 

Air yang suci menjadi air yang tidak suci atau air najis apabila telah berubah warna, rasa, dan baunya dengan sebab kemasukan benda yang bernajis. Dalil tentang hal ini adalah hadits dari Abu Umamah Al-Bahili Radhiyallahu 'anhu , dia berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda.

"Artinya : Sesungguhnya air itu tidak bisa dinajiskan oleh apapun, kecuali oleh benda yang mengubah bau, rasa, dan warnanya" [Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan dinyatakan dha'if (lemah) oleh Abu Hatim.

Al-Baihaqi meriwayatkan hadits ini dengan lafazh.

"Artinya : Semua air itu suci, kecuali apabila telah berubah bau, rasa, dan warnanya dengan sebab kemasukan benda bernajis"

Para ulama sepakat bahwa air, banyak atau sedikit, apabila tercampur dengan benda najis kemudian berubah warna, rasa, atau baunya, maka air itu menjadi najis. Wallahu a'lam .

Bagaimana cara menyucikan air yang telah menjadi air najis ?

Menyucikan air najis itu dengan tiga cara :

Pertama : Air yang najis itu hilang sendiri sifat-sifat kenajisannya.

Kedua : Dengan cara menguras atau membuang semua air yang kena najis, dan menyisakan air yang suci.

Ketiga : Dengan cara menambahkan air yang suci ke dalam air yang najis hingga hilang sifat-sifat air najis tersebut.

Wednesday, January 2, 2013

MDTA TANMIYATULHUDA

Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah (MDTA) Tanmiyatulhuda adalah sebuah sekolah non formal dibawah naungan Kementrian Agama yang didirikan pada tahun 60-an oleh sebuah Pengurus Madrasah dengan nama Tanmiyatulhuda.

MDTA Tanmiyatulhuda didirikan di sebidang tanah yang mempunyai luas 319 m2, yang terletak di wilayah Jalan Mawar gg II No 12 RT o5 RW V Kelurahan Kejambon Kecamatan Tegal Timur Kota Tegal

MDTA Tanmiyatulhuda merupakan sekolah yang mendidik anak didiknya untuk menjadi seorang manusia yang berakhlaqul karimah atau akhlaq yang mulia, sehingga para siswa diharapkan bisa berguna bagi Agama, Nusa dan Bangsa yang dapat merubah peradaban bangsa Indonesia yang sudah mulai jauh dari norma-norma agama.

Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum dari Kementrian Agama dan ditambahkan dengan kurikulum lokal yang dimiliki oleh MDTA Tanmiyatulhuda.
MDTA Tanmiyatulhuda aktif mengikuti kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh Forum Kerjasama Diniyah Takmiliyah ( FKDT ), baik tingkat kecamatan maupun kota, diantara kegiatannya adalah mengikuti Porseni atau Porsadin dan kegiatan lainnya. Dan pernah mendapatkan juara II lomba Tartil Qur'an dan Pidato pada kegiatan Porseni yang diadakan FKDT Kota, dan masih banyak lagi prestasi yang telah diraih MDTA Tanmiyatulhuda sejak berdirinya.


AL ZALZALAH

Al Zalzalah berarti goncangan yang amat dahsyat, sebagaimana yang diterangkan dalan surat Al Zalzalah. Surat Al Zalzalah di dalam susunan Mushaf Al-Qur'an merupakan surat ke -99 yang terdiri dari 8 ayat, dan merupakan golongan surat-surt Makkiyah, yaitu surat yang diturunkan di Kota Makkah. Surat ini diturunkan sesudah surat An-Nisa.

 Allah SWT menjelaskan keadaan saat datangnya hari kiamat. Pada waktu itu bumi akan digoncangkan dengan goncangan yang mat dahsyat sehingga isi bumi akan dikeluarkan, isi perut bumi berupa magma, lahar panas mendidih semuanya akan dimuntahkan.
Gunung-gunung diangkat dan dibenturkan dengan bumi gunung-gunung di seluruh jagat raya, berterbangan seperti bulu-bulu yang ditiup angin. 

Peristiwa ini terjadi setelah sangkakala pertama kali, dalam surat Al Haqqoh Allah SWT berfirman : " Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiupan, dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali benturan. Pada hari itu terjadilah hari kiamat dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah " ( QS : Al Haqqoh 13-16 )

Dalam surat Al Zalzalah ayat 3-5 Allah menjelaskan bahwa pada waktu itu (hari kiamat) manusia bertanya : " Mengapa bumi jadi begini ? ", pertanyaan itu dijawab oleh bumi bahwa peristiwa (kejadian) yang dahsyat itu merupakan perintah Allah kepada bumi supaya bergoncang dan mengeluarkan segala isinya. Jadi peristiwa itu bukan semata-mata karena perkembangan perubahan ( proses kejadian alam, tetapi yang terjadi itu karena kehendah Allah SWT.

Dalam ayat 6, diterangkan pembangkitan manusia dari kubur dalam keadaan yang bermacam-macam. Tiap orang mempunyai tanda sendiri. Orang yang baik akan berkumpul dengan orang yang baik, dan yang jahat akan berkumpul dengan orang yang jahat.
Ada orang yang berkumpul dengan wajah berseri-seri dan keluar dengan muka tertunduk malu penuh kecemasan. Semua orang dibangktkan dari kubur, tak seorangpun tertinggal.

Allah SWT menjelaskan dalam surat Al Hajj ayat 7 :
" Dan sesungguhnya hari kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya, dan bahwasannya Allah membangkitkan semua yang ada didalam kubur ". 

Setelah semua dibangkitkan dikumpulkan di padang mahsyar, disana akan diperlihatkan balasan amal perbuatan mereka selaman hidup di dunia, hal ini dijelaskan dalam surat al zalzalah ayat 7-8. Allah SWT berfirman : " Maka barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun niscaya dia kan melihat (balasannya). Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun niscaya dia akan menerima (balasan) pula ".
Firman Allah ini menunjukkan bahwa Allah Maha Mengetahui dan Maha Adil, perbuatan baik tiap orang dari yang kecil hingga besar diketahui dan dibalas dengan balasan yang setimpal, demikian pula dengan perbuatan jahat. 

Surat Al Zalzalah ini memberikan pelajaran kepada kita bahwa hari kiamat adalah peristiwa yang dahsyat, sehingga menimbulkan keheranan manusia. Pada hari itu semua orang akan dibangkitkan dari alam kubur yang diperlihatkan balasan amal perbuatannya.